Mentik Wangi Susu, Benih Padi Unggul Penopang Pertanian Organik Gianyar
Gianyar, 2 September 2026 – Ketersediaan benih bermutu menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan pertanian organik dan berkelanjutan. Melihat pentingnya aspek tersebut, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali melaksanakan pendampingan pengembangan benih padi varietas Mentik Wangi Susu pada petani penangkar di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.
Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan sekaligus pelestarian varietas Mentik Wangi Susu sebagai salah satu potensi padi lokal yang dapat mendukung penerapan sistem pertanian organik di Kabupaten Gianyar.
Mentik Wangi Susu memiliki karakteristik khas dan potensi nilai tambah yang dapat mendukung peningkatan daya saing produk pertanian lokal. Karena itu, pengembangan benih varietas tersebut menjadi langkah strategis untuk menjamin ketersediaan benih bermutu bagi petani, sekaligus menjaga keberlanjutan varietas yang memiliki potensi ekonomi dan adaptasi terhadap kondisi lingkungan setempat.
Dalam pendampingan tersebut, BRMP Bali memberikan penguatan kepada petani penangkar mengenai berbagai aspek produksi benih, mulai dari pentingnya penggunaan benih sumber yang bermutu, penerapan teknik budidaya yang tepat, pemeliharaan tanaman, hingga upaya menjaga kemurnian varietas selama proses produksi.
Petani juga diberikan pemahaman bahwa mutu benih merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan usaha tani. Benih yang berkualitas diharapkan mampu menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih seragam sehingga proses budidaya dapat berlangsung secara lebih optimal.
Ketersediaan benih bermutu menjadi fondasi penting dalam membangun pertanian organik. Selain mendukung pertumbuhan tanaman, pengembangan benih di tingkat petani juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian benih serta mengurangi ketergantungan terhadap sumber benih dari luar wilayah.
Pengembangan pertanian organik tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan, kesehatan tanah, efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta peningkatan nilai tambah produk pertanian. Dalam konteks tersebut, pengembangan benih Mentik Wangi Susu menjadi bagian dari upaya membangun sistem pertanian berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
Sinergi antara BRMP Bali dan petani penangkar menjadi faktor penting dalam pengembangan Mentik Wangi Susu di Desa Medahan. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, proses produksi benih diharapkan dapat memenuhi prinsip-prinsip mutu sekaligus mampu menjawab kebutuhan petani.
Ke depan, Mentik Wangi Susu diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan benih di tingkat lokal, tetapi juga berkembang sebagai salah satu varietas potensial yang menopang pengembangan pertanian organik dan produk pertanian bernilai tambah di Kabupaten Gianyar.
(Sutami dan Londra)